Tampilkan postingan dengan label Akhwat Fillah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhwat Fillah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 November 2015

Pengaruh Istri terhadap Pekerjaan Suami

Dari Kholid bin Yazid, ia berkata: Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
.
"Aku datang kepada seorang pedagang kain di Makkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan,
.
"Tidaklah layak dibeli dari orang semacam itu", lalu aku pun beli baju dari pedagang yang lain.
.
Dua tahun setelah itu aku (pergi untuk menunaikan ibadah) haji, dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah. Lalu aku bertanya kepadanya, "Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?"
.
Ia menjawab, "Ya benar!"
.
Aku bertanya lagi, "Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang?! Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan mu dan (mengumbar) sumpah!"
.
Lantas ia pun bercerita, "Dahulu aku mempunyai istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rejeki, maka ia meremehkannya, dan jika aku datang kepadanya dengan rejeki yang banyak maka ia (akan) menganggapnya sedikit. Lalu Allaah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita, yang jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata,
.
'Wahai Suamiku, bertakwalah kepada Allaah. Jangan engkau beri makan aku melainkan dengan yang thoyyib (halal), dan jika engkau datang kepadaku dengan sedikit rejeki, aku akan menganggapnya banyak. Dan jika engkau tidak dapat apa-apa, (maka) aku akan membantumu memintal (kain).'"
.
Al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm (V/252) karya Abu Bakr Ahmad bin Marwan bin Muhammad ad-Dainuri al-Qodhi al-Maliki

Minggu, 09 Desember 2012

Manfaat Jilbab Menurut Islam dan Sains

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari memakai Jilbab, menjaga aurat dari yang haram.

1. Selamat dari adzab Allah (adzab neraka).
2.Terhindar dari pelecehan.
3.Memelihara kecemburuan laki-laki.
4. Akan seperti biadadari Syurga.
5. Mencegah penyakit kanker kulit.
6.Memperlambat gejala penuaan.

Keterangan:

1]. Selamat dari adzab Allah (adzab neraka).

“Ada dua macam penghuni Neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-
wanita yang berpakaian... namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh.” (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.

“Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.

2]. Terhindar dari pelecehan.

Banyaknya pelecehan seksual terhadap kaum wanita adalah akibat tingkah laku mereka sendiri. Karena wanita merupakan fitnah (godaan) terbesar. Sebagaiman sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, “Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari)

Jikalau wanita pada jaman Rasul merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki padahal wanita pada jaman ini konsisten terhadap jilbab mereka dan tak banyak lelaki jahat saat itu, maka bagaimana wanita pada jaman sekarang??? Tentunya akan menjadi target pelecehan. Hal ini telah terbukti dengan tingginya pelecehan di negara-negara Eropa (wanitanya tidak berjilbab).

3]. Memelihara kecemburuan laki-laki.

Sifat cemburu adalah sifat yang telah Allah subhanahu wata'ala tanamkan kepada hati laki-laki agar lebih menjaga harga diri wanita yang menjadi mahramnya. Cemburu merupakan sifat terpuji dalam Islam.

“Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin menghampiri apa yang diharamkan-Nya.” (HR. Muslim)

Bila jilbab ditanggalkan, rasa cemburu laki-laki akan hilang. Sehingga jika terjadi pelecehan tidak ada yang akan membela.

4]. Akan seperti biadadari Syurga.

“Dalam Syurga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia atau jin pun sebelumnya.” (QS. Ar-Rahman: 56)

“Mereka laksana permata yakut dan marjan.” (QS. Ar-Rahman: 58)

“Mereka laksan telur yang tersimpan rapi.” (QS. Ash-Shaffaat: 49)

Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga. Yaitu menundukkan pandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya, yang senantiasa dirumah untuk menjaga kehormatan diri. Wanita inilah merupakan perhiasan yang amatlah berharga.

Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari Syurga.

5]. Mencegah penyakit kanker kulit.

Kanker adalah sekumpulan penyakit yang menyebabkan sebagian sel tubuh berubah sifatnya. Kanker kulit adalah tumor-tumor yang terbentuk akibat kekacauan dalam sel yang disebabkan oleh penyinaran, zat-zat kimia, dan sebagainya.

Penelitian menunjukkan kanker kulit biasanya disebabkan oleh sinar Ultra Violet (UV) yang menyinari wajah, leher, tangan, dan kaki. Kanker ini banyak menyerang orang berkulit putih, sebab kulit putih lebih mudah terbakar matahari.

Kanker tidaklah membeda-bedakan antara laki-laki dan wanita. Hanya saja, wanita memiliki daya tahan tubuh lebih rendah daripada laki-laki. Oleh karena itu, wanita lebih mudah terserang penyakit khususnya kanker kulit.

Oleh karena itu, cara untuk melindungi tubuh dari kanker kulit adalah dengan menutupi kulit. Salah satunya dengan berjilbab. Karena dengan berjilbab, kita melindungi kulit kita dari sinar UV. Melindungi tubuh bukan dengan memakai kerudung gaul dan baju ketat. Kenapa? Karena hal itu percuma saja. Karena sinar UV masih bisa menembus pakaian yang ketat apalagi pakaian transparan. Berjilbab disini haruslah sesuai kriteria jilbab.

6]. Memperlambat gejala penuaan.

Penuaan adalah proses alamiah yang sudah pasti dialami oleh semua orang yaitu lambatnya proses pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dalam tubuh. Gejala-gejala penuaan antara lain adalah rambut memutih, kulit keriput, dan lain-lain.

Penyebab utama gejala penuaan adalah sinar matahari. Sinar matahari memang penting bagi pembentukan vitamin Dyang berperan penting terhadap kesehatan kulit. Namun, secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa sinar matahari merangsang melanosit (sel-sel melanin) untuk mengeluarkan melanin, akibatnya rusaklah jaringan kolagen dan elastin. Jaringan kolagen dan elastin berperan penting dalam menjaga keindahan dan kelenturan kulit.

Jilbab adalah kewajiban untuk setiap Muslimah.
Krim-krim pelindung kulit pun tidak mampu melindungi kulit secara total dari sinar matahari. Sehingga dianjurkan untuk melindungi tubuh dengan jilbab.

Jilbab adalah kewajiban untuk setiap muslimah. Dan jilbab pun memiliki manfaat. Ternyata tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya. Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.

Ternyata jilbab tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya.
Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.

Demikianlah Allah memberi kasih sayangnya kepada wanita melalui syariat islam yang sempurna

Kamis, 15 November 2012

Indahnya Jilbab

Entah mengapa saya terpikir oleh benda yg satu ini.. Benda yang bisa dikatakan “SAKRAL” bagi wanita2 non JILBAB..

kenapa saya mengatakan “SAKRAL” ya? aahh ini cuma majas hyperbola aja.. hehe.. Setiap saya bercerita tentang JILBAB dengan kaum hawa (non Jilbab) berbagai jenis tanggapan yang terlontar..

"Belum Siap, Nanti kalo sudah dapet Kerja, Nanti kalo sudah menikah, nanti-nanti.. kapan ???

Bahkan pernah suatu hari malah ada yang berkata “untuk apa cari yang berjilbab toh yang BERJILBAB aja sekarang banyak yang “RUSAK” " (Masya ALLAH) saya cuma tersenyum mendengar 
Argument ini dan membalas dengan koment sedikit tapi PEDAS sih.. hehe “yang berjilbab aja banyak yang “RUSAK” so bagaimana dengan yang TIDAK berjilbab???” (dalam hati Tambah plus plus donk rusak'y :p).. seketika dia diam seribu bahasa dgn memasang muka malu hehe.. :p

Sebenarnya saya mengerti maksud mereka mengatakan hal tersebut, tapi terlalu naif bila kita hanya mengambil sample dari 1-100 ribu org dan mengatakan bahwa 1 milyar org berjilbab itu “rusak”..

Saudariku.. bila emang belum mau mengenakan JILBAB yang notabene akan mengangkat martabat kamu sendiri maka janganlah mencari kekurangan orang yang telah mengikuti perintah Allah dan Rosul-Nya..

Saudariku.. mari kita berfikir sejenak..

Ketika kamu mengenal (maaf) pelacur wanita dan saat ini kamu melihat ia berjilbab, apa yang terlintas pertama kali di kepala kamu? mungkin pikiran kita sama saat ini “pelacur tersebut MUNGKIN sudah berTOBAT”

Masya ALLAH begitu hebatnya kain penutup tersebut.. image negatif dapat seketika berubah pada pandangan orang..

Kita tak perlu mengubah diri kita terlebih dahulu menjadi “Ahli Ibadah” kemudian baru mengenakan Jilbab? dengan mengenakan Jilbab pandangan org pertama kali sudah mengatakan bahwa kamu “Baik” (insya Allah)..

Tinggal bagaimana kita membawa diri kita untuk menjaga Pandangan Pertama orang2 tersebut (kalo kata Iklan : Pandangan Pertama begitu menggoda selanjutnya terserah Anda.. hehe.. :D)

Saya tak perlu mengungkapkan hadits dan ayat alquran untuk keutamaan mengenakan JILBAB.. karena sudah terlalu banyak & sering dibahas.. mungkin juga udah pada bosen baca tulisan soal jilbab.. jadi cukup dengan logika2 sederhana kita sudah mengetahui indahnya JILBAB..

Wallahu'alam bishshawab

Kamis, 26 April 2012

Cerita Seorang Wanita


Jika engkau melihat penampilanku, aku yakin engkau akan menganggapku cantik, meski tidak secantik bidadari. Kalau kau menengok kehidupanku, tak diragukan kau akan memberikan penilaian kehidupanku dipenuhi kebahagiaan, nyaris sempurna. Kehidupan yang diidam-idamkan oleh hampir semua wanita.

Tapi, cobalah engkau selami jiwaku, akan kau temukan gelombang besar terjang-menerjang. Pasti kau lihat lorong gua yang kelam dan gelap. Apa yang kau rasakan? Hancur berkeping-keping? Ahh terlalu dilebih-lebihkan, yang tepat jiwaku meranggas. Jiwaku selalu memangggil-manggil kedamaian, ia ingin memeluk kesucian, setelah hampir saja, ya hampir saja diriku terperosok dalam kubangan lumpur hitam.

Sebagai wanita, sama seperti kalian, aku ingin mendapat sentuhan lembut dan penuh cinta seorang lelaki idaman. Jiwa wanita akan terus mengembara mencari lelaki idaman, karena itu wanita tak mudah jatuh cinta pada lelaki. Lelaki, makhluk itu hanya mencari kepuasan, kenikmatan, bukan cinta. Lelaki bila bertemu dengan perempuan yang cantik dan putih, ia akan jatuh cinta. Tapi wanita tidak begitu. Meski ia berjumpa dengan lelaki tampan, bertubuh aduhai, berduit lagi, ia tak akan langsung menyerah. Karena wanita ditakdirkan menjadi mata air cinta, ia akan selalu jernih memaknai cinta. Wanita akan memberi kesejukan, tempat tetirah yang nyaman bagi orang yang dicintai. Pun begitu, atas nama cinta perempuan juga bisa menjadi singa lapar, mengaum keras, menerjang, mencakar, dan mencabik-cabik tubuh siapa saja yang berani menodai cintanya.

Bila wanita sudah memilih seseorang sebagai pelabuhan cinta, maka akan ia berikan semua yang ia miliki, akan ia korbankan harga dirinya demi orang yang ia cintai. Dan itulah yang membuat lelaki menilai perempuan sebagai makhluk lemah. Ahh, tahu apa lelaki tentang kekuatan cinta. Kelemahan perempuan merupakan kekuatan cinta. Perempuan yang kehilangan kekuatan cinta, ia akan menghina dirinya sendiri dengan cara mengemis pengakuan kesederajatan pada lelaki.

Akupun baru tahu hakekat cinta setelah hampir saja, ya hampir saja aku jatuh dalam lubang berlumpur hitam. Ketika jarak antara kehinaan dan kemuliaan cinta tinggal satu helai rambut saja, aku tersadar tentang cinta. Sejak itu aku terus berusaha mencercap manis madu cinta, meski dalam pandangan mata orang lain madu cinta itu pahit rasanya. Cinta dan kesetiaan, bagai cawan dan anggur. Bagaimana mungkin engkau bisa mereguk anggur bila tak ada cawan. Dan cawan akan kehilangan hakekatnya bila ia tak diisi anggur. Jangan engkau berkata cinta bila ada benih-benih selingkuh dalam pikiran atau perasaanmu. Jangan pernah engkau berdusta pada cinta, karena pasti engkau akan disiksa oleh rasa penyesalan.

Dan itulah yang aku alami, penyesalan itu masih terus menyiksaku hingga kini, saat usiaku tak muda lagi.

(Sumber : SPIRIT Learning Community)

Minggu, 18 Maret 2012

Kecemburuan Bidadari Syurga

Ukthi,,, bidadari syurga pun cemburu padamu.... Mengapa,,? Apakah karena kecantikanmu,,,?
Bicara kecantikan, seperti di gambarkan dalam kitab suci-Nya Al-Qur'an, tidak ada apa2nya wanita dunia bila dibandingkan dengan kecantikan bidadari syurga. Wanita dunia yang paling cantik bahkan meraih gelar ''miss universe'' pun kalah cantik dgn bidadari syurga. Hal pertama saja, wanita dunia akan semakin tua, dan sudah pasti kulitnya akan berkerut. Sedangkan bidadari syurga tidak mengenal tua, mereka akan muda terus dan perawan selamanya. Tapi mengapa Allah meninggikan dan memuliakanmu hingga bidadari syurga cemburu padamu,,,,???
Karena Keimananmu ukthi, Keimanan yg kau tutupi dengan hijabmu, karena Taqwamu kepada-Nya, keimanan yang menjadikan akhlaqmu terjaga baik, sesuai dengan tuntunan dan tuntutan Islam, menjadikanmu mulia, berharga dan indah. Padahal kehidupan dunia dimana dirimu berada, sangat sarat dengan godaan dan cobaan. Namun kau tetap tegar melangkah, menjalani semua apa yg menjadi fitrah-Nya atasmu, menjalani semua lakonmu sesuai dengan perintah dan petunjuk Rasul-Nya. Dirimu pun didambakan hadirnya, oleh setiap insan2 yang shaleh.

Selasa, 13 Maret 2012

Mutiara yang Tersembunyi

Bismillahirrahmanirrahim..

Dimanakah aku akan menemukannya, sebuah mutiara di lautan terdalam yang tertutup pasir kehidupan? Dimanakah aku akan mendapatkannya, mutiara suci yang tak pernah tersentuh siapapun? Masih adakah dia untukku?’

“Ngelamunin apa sih bang?” aku menoleh ke belakang. Kudapati Nabila sudah ada di sampingku.

“Nggak ngelamunin apa-apa kok dik!”

“Cerita donk bang? Masa sama Nabila nggak mau cerita.”

“Abang lagi mikirin seseorang yang akan dampingi abang,”aku kembali menerawang langit pagi yang berwarna gelap. Hujan yang akhir-akhir ini sering mengguyur bumi, membuatku ikut terlena olehnya.

“Abang udah dapat calon?” Nabila langsung duduk dihadapanku.

“Belum!”

“Yah abang, kirain udah dapat calon. Belum ada calonnya tapi udah dibayangin segala,”kata Nabila protes.

“Abang bukan bayangin kecantikan atau fisiknya, dik. Tapi abang takut nggak kebagian wanita shalihah.”

“Wanita kan banyak bang, kenapa harus wanita shalihah kan susah nyarinya dijaman sekarang?”

“Susah karena mereka terjaga dengan baik, tersembunyi dengan sempurna sebelum ada laki-laki yang mendatangi dan menghalalkannya. Memang adik sendiri nggak mau menjadi shalihah?”

“Wanita mana yang nggak mau menjadi wanita shalihah tho bang!”

“Justru itu berarti memang masih ada harapan bahwa wanita shalihah itu ada, namun mereka bagaikan mutiara yang tersembunyi. Tinggal abang saja bisa kebagian atau nggak.”

“Kenapa abang takut nggak kebagian? bukannya laki-laki yang baik untuk wanita yang baik begitu pula sebaliknya. Kalau sampai mutiara tersembunyi itu nggak abang dapatkan keberadaannya, berarti abang memang nggak berhak untuknya atau bahkan abang nggak pantas mendapatkan mereka.”

Aku tertegun mendengarkan ucapan Nabila. Tepat sekali apa yang dikatakannya, bukankah Allah menjanjinkan wanita shalihah untuk laki-laki shalih. Kalau aku nggak mendapatkan wanita shalihah, berarti aku nggak shalih donk.

“Bang, berarti tugas abang sekarang harus bisa menshalihkan diri kalau mau mendapatkan wanita shalihah,”kata Nabila lagi.

“Kamu juga dik!”

Aku cengengesan melihat muka adikku cemberut, nasehatnya berbalik untuk dirinya juga.

***

Kutelusuri jalanan panas dengan kakiku menuju halte bus, menunggu bus ke tempatku mengajar menjadi rutinitasku setiap pagi.

Deg!

Seorang wanita cantik memakai jilbab berwarna merah muda, duduk di pojok halte. Aku berdiri tak jauh darinya. Aku kembali meliriknya, kemudian menatap ke depan. Lagi-lagi aku meliriknya, sepertinya dia curiga bahwa ada yang mengintip dirinya dari sudut mataku.

Aku beristighfar sambil menggelengkan kepalaku, apa yang aku lakukan? tak pantas aku meliriknya seperti itu, bukankah aku harus menjaga mata ini. Masyaallah..mataku terasa berat berpaling darinya, pasti pemberatnya adalah nafsuku yang dikendalikan syetan.

Aku bergegas menaiki bus yang telah kunanti. Tak bisa lepas pikiran ini tertuju pada wanita berjilbab merah muda tadi.

Yaa Allah, jauhkan aku dari nafsu yang mampu menodai cinta yang Kau anugrahkan padaku. Dia bukan milikku, tak pula aku miliknya. Bahkan kita tak pernah sekalipun bertemu sebelum ini. Maka jauhkan dia dari kelopak mata hatiku bila dia bukan jodohku.

***

“Dijodohin? sama siapa Ummi?”aku terkejut ketika ummi tiba-tiba mengajakku untuk melihat wanita yang akan dijodohkan denganku.

“Cihuy, abang Fadhil mau dijodohin!” Nabila ikut mengompori ummi.

“Udah ikut saja kamu, ndak usah banyak tanya-tanya. Nanti bisa langsung tanya sama orangnya.”

***

“Subhanallah, dia kan…”

“Kenapa bang?”

“Abang pernah bertemu dengannya di halte bus beberapa hari yang lalu.”

Aku melihat wanita berjilbab merah muda itu berdiri dihadapanku, sedang meletakkan minuman di meja untuk suguhan kami.

“Nah yang ini namanya Maya, dia adiknya Aisyah yang nanti jadi calonnya nak Fadhil kalau memang ‘jadi’ “kata umminya Maya.

Agak kecewa hatiku ketika tahu Maya bukan jodohku, padahal waktu pertama kali bertemu dengannya aku jatuh cinta padanya. Namun kuazzam kan kembali diriku, Allah telah mengatur skenarionya dan pasti sempurna. Aku yakin itu.

Seorang wanita keluar dari sebuah ruangan, dengan anggun berjalan perlahan menuju tempat orang tuanya duduk. Aku dengan cepat menundukkan pandanganku.

“Ini yang namanya Aisyah, nak Fadhil”

Aku mengangkat kepalaku untuk melihat Aisyah. Subhanallah..wanita yang sangat cantik dengan jilbab hijau yang membalut auratnya, kuakui kecantikannya melebihi adikknya. Inikah mutiara yang Allah sembunyikan, dan aku lah yang Allah pilih untuk menemukannya.

Ternyata janji-Mu adalah Pasti, yaa Robb. Kujaga pandanganku, kujaga kemaluanku, kujaga hawa nafsuku dengan syariat-Mu. Dan kini Kau berikan ganti dari kepayahanku dengan mutiara terindah. Mutiara yang Kau sembunyikan untukku, wanita shalihah yang selama ini kudambakan. Kini telah menjadi istriku.

Wallahua’lam bish shawwab...

Seberapa Besar Penghormatan Kita untuk Memuliakan Wanita?


Dalam pesawat yang membawaku ke Kendari untuk amanah training.
Kulihat seorang Bapak usia sekitar 30 tahunan menimang seorang balita umur 2,5 tahunan.

Ku ukir sebuah senyuman, sambil bertanya sebatas berkenalan, "Dimana Ibunya Pak?". Iapun menjawab ragu, "Tidak ada". Aku tak melanjutkan pertanyaan lainnya, takut menyinggung perasaanya. Kualihkan pandangan pada sang anak yang mulai bangun dari tidurnya. Ia mulai menangis di pangkuan ayahnya. Take off pesawat pun dimeriahkan oleh riuh gaduh tangisan sang balita tersebut. Sang Bapak yang duduk bersebelahan denganku itu mencoba meredakan tangis sang anak, "Sudah.. diam.. diam.. tidur.. tidur...". Sangat simpel reaksi sang bapak tersebut. Namun sudah kuprediksi, cara itu takkan ampuh meredakkan tangis sang anak.

Pesawat terus melambung tinggi menembus angkasa raya. Terlihat pesona eksotis Jakarta yang bertabur kerlipan lampu apartemen, hotel dan jalan raya. Namun hatiku masih mencobaberempati dengan apa yang dirasakan sang bapak yang harus membawa seorang anak kecil tanpa kehadiran seorang wanita yang berpredikat bunda. Menit-menit berikutnya tangis sang anak reda, senyap dan cukup syarat tuk membuatku tertidur.

15 menit menuju landing, pramugari dan pilot telah memberikan aba-aba pada setiap penumpang untuk menegakkan sandaran kursi dan menguatkan sabuk pengaman. Di keadaan seperti itu, tercium aroma yang kurang sedap, tepat dugaanku, ternyata sang anak... maaf.. Buang Air Besar..mengotori celana sang ayah dan tempat duduknya. Akupun membantu sang bapak yang terlihat kesulitan itu untuk membawakan tasnya menuju toilet.

Ya Robb, begitu kerepotannya seorang lelaki yang melakukan tugas sehari-hari seorang wanita yang berpredikat Bunda.

Pelajaran berharga bagiku,
Siapapun kita, haruslah memberikan penghormatan pada wanita
yang akan menjadi seorang Ibu bagi anak-anaknya

Banyak wanita luar biasa yang bukan hanya menjadi seorang Ibu namun juga mesti menjadi sosok ayah bagi anak-anaknya.
Namun mampukah seorang lelaki memperlakukan anak dengan lembut layaknya wanita mulia itu?

Kalaulah sekarang banyak lelaki yang mengkhianati istrinya, seharusnya ia merenungkan jasa dan pengorbanan istrinya
Seorang wanita yang merelakan dirinya untuk dinikahi, padahal banyak yang lebih baik dari dirimu
Yang siap menjaga dirinya, mempercantik dirinya, hanya demi suami yang halal bagi dirinya

Sudahkah kau siapkan uang perawatan kecantikannya? padahal setiap hari kau menuntut agar ia tampil begitu mempesona dirimu
Seorang wanita yang tak pernah dibayar untuk mengelola hartamu,
Walau kadang ia bingung, apa yang harus dikelola. Karena uang darimu pas-pasan bahkan lebih tepatnya kurang

Seorang wanita yang harus melahirkan anakmu, membesarkannya, lalu mendidiknya
Walau dana pendidikan darimu sangat terbatas, namun ia tetap sabar dan tabah

Seorang wanita yang siap menerima dirimu apa adanya, menjadikan dirimu imam baginya
walau jika boleh jujur, ilmu dan keterampilannya jauh melebihi dirimu

Wanita yang mau berbagi penghasilannya, demi keluarga yang ia bina denganmu..
Bahkan tak jarang membantu setiap pencapaian kesuksesan dirimu

Wanita yang siap mendengarkan keluh kesahmu, meneguhkan imanmu, menguatkan perjuanganmu
Ia yang siap hidup prihatin denganmu, padahal mungkin dulu ia hidup serba berkecukupan

Tak cukup rasanya triliyunan rupiah untuk menghargai perjuangan, kelembutan dan kesabarannya..

Orang yang mengikhlaskan dirinya untuk setia bersamamu seumur hidupnya
tua bersama, bahagia bersama
walau tak jarang kata, ego dan prilakumu
sangat menyakiti hatinya yang sensitif itu

Ah.. aku tak cukup dewasa untuk melukiskan sosok yang hebat itu
Karena ia tiang agama, mencetak para pemimpin bangsa yang beradab
Jika hari ini negeri kita kekurangan stok pemimpin yang diharapkan
boleh jadi berkorelasi piositif dengan pertanyaan ini,
"Seberapa besar penghormatan kita untuk memuliakan Wanita?"
yang kan melahirkan pemimpin yang bermoral, atau tidak sama sekali
Semoga saya, Anda dan kita semua dapat memuliakannya karenaNya. 

Wallahu'alam bishshawab..

Karena Wanita itu Mulia dan Berharga

"wanita Mulia itu wanita yang tidak memandang dan tidak di pandang."

Maknanya tidak suka dilihat atau di perhatikan oleh laki laki yang bukan Mahrom, merasa tidak senang jika di perhatikan sama yg bukan mahrom, 
Jika ia keluar rumah dengan menutup aurat, tidak pamer kecantikan, tidak dandan dengan berlebiahn.

Dan menjaga padangan , tidak memandang yang bukan mahrom, tidak jelalatan.

"Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga PANDANGANNYA dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakan perhiasannya (auratnya) kecuali yang biasa terlihat... ( An-nur :31)

"wanita itu mulia dan berharga"

Carilah yang Lebih Baik daripada Aku Ukhti

Bismillahirrahmanirrahim…

“Maukah anti menantikan ana, ukhti? Ana pasti akan segera melamar setelah selesai kuliah” ujar seorang ikhwan dibalik hijab internet. Tak ada jawaban, sepertinya akhwat di sebrang sana sedang menimbang-nimbang.

“Tapi kalau antum justru memilih orang lain giman? Nanti ana nunggu lama ternyata antum nggak kunjung datang.”Akhwat ini masih berpikir yang masuk akal, belum dibutakan.

“Nggak ukhti, andai anti tahu harapan ini begitu besar. Tapi tak mengapa kalau anti nggak menunggu ana, mungkin anti bukan jodoh ana. Semoga saja ana mendapatkan jodoh seperti anti, karena hanya anti yang ana harapkan untuk jadi ummi dari anak-anak ana kelak,” aku sang ikhwan.

Luluhlah sudah mata dan hati sang akhwat dengan kata-kata pujangga, berhasilah sudah mereka membuat janji angan-angan yang tak pasti. Atau jangan-jangan itulah daya tarik syetan untuk mengawali sebuah hubungan yang memuakkan.

***

Lain lagi dengan seorang akhwat yang sedang terlihat bersedih juga dibalik hijab Internet.

“Mas, yakinlah aku akan menanti kedatanganmu. Aku akan menunggumu menyelesaikan kuliahmu,”aku sang akhwat sendu.

“Aku yakin adik mampu, tapi banyak hal yang perlu pikirkan selain menanti kehadiranku. Laki-laki mana yang nggak senang kalau dinantikan kehadirannya. Cuma, kau berhak untuk tidak menantikanku ukhti. Kau tau, aku tak ingin terbebani rasa penantian, dimana ketika kau dan aku nggak berjodoh, mungkin akan terasa sakit,” balas seorang ikhwan disebrang sana.

“Tapi aku..”

“Afwan dik, aku nggak mau memberimu harapan apa-apa dan aku juga nggak berharap terlalu banyak padamu. Dan maaf sekiranya hubungan ini, kau anggap sebagai harapan. Plis, jangan menantiku. Kau pun berhak bahagia, menantiku bukan pilihan untuk bahagia, karena semua masih gelap di depan sana.”

Aku memang mencintaimu tapi aku juga berhak berharap ada cahaya di kegelapan. Tapi kau benar mas, tak ada kepastian di depan sana, karena aku dan kamu tak pernah tahu siapa jodoh kita kelak. Sedangkan harapan hanya keinginan manusia yang sering kali disusupi syetan. Ya, mungkin syetan tengah menyusupi hatiku dengan nafsu yang tak pernah aku sadari. Andai semua laki-laki paham arti penantian.

***

Ya, andai semua laki-laki paham betapa beratnya rasa penantian yang kadang terasa amat panjang, dan tak jarang di akhir penantian ternyata menyakitkan.

Aku nggak mau membahas siapa yang salah atau siapa menanti siapa, yang ingin aku bahas ketika kamu memberikan harapan untuk sebuah penantian, benarkah kamu akan mampu mewujudkannya?

Menanti hanya teori yang terlihat begitu mudah, tapi faktanya nggak semudah membalikkan telapak tangan. Wajar kok, kalau setiap insan merindukan pendamping, menanti-nanti saipakah yang akan menjadi jodoh seumur hidupnya. Hanya saja akan menjadi nggak wajar ketika sebuah penantian menjadi bagian dari sebuah permainan.

Permainan dua insan yang belum halal saling menanti dalam ketidakpastian, karena katanya cinta, katanya sayang, katanya dan katanya lagi dengan berbagai alasan, jadi nekat untuk tetap berjalan di lorong yang nggak pernah tahu dimana dan kapan sampai ujungnya. Dan kamu tahu, bagian ini lah yang paling disukai syetan.

Karena dianggap saling menanti, pacaran berbungkus ta’aruf pun jadi, maksiat sudah nggak pernah dianggap lagi, pokoknya terobos halang rintang sekalipun melanggar syariat. Syetan tengah bekerja begitu mudahnya karena hatimu sudah nggak ada pelindungnya. Yang penting menyenangkan, padahal kamu nggak pernah tahu apa yang akan menantimu di depan.

Benarkah jodohmu adalah dia yang kamu nantikan, setelah sekian lama kamu hanya saling sapa dengan obrolan sok manis, sok perhatian. Sayangnya, banyak dari mereka hanya ingin menggoda saja, bahkan cuma ingin menunjukkan kehebatan mereka dalam takluk menaklukkan. Dan bisa saja kamu menjadi salah satu korbannya.

Mendingan kamu menantikan jodoh pilihan Allah Subhanahu Wa Ta’ala daripada hanya menantikan ketidak pastian, iya kalau dia ternyata jodohmu, kalau bukan? Penantian panjang yang sia-sia kan? Bersabarlah cantik,penantianmu tak akan pernah sia-sia jika kau pasrahkan pada-Nya.

Bolehlah kalau kamu bilang itu salah satu ikhtiar, tapi pikirkanlah apakah tak ada ikhtiar yang lain sampai kamu rela menantinya? Bila itu bagian dari ikhtiar, kamu dan dia nggak akan menunda-nunda untuk segera menikmati kehalalan, bukan menikmati yang sebaliknya walaupun terlihat menyenangkan.

Cantik, menantilah di jalan yang diridhio Allah dan Dia akan menuntunmu pada penantian yang tak akan pernah menyakitimu. Hentikanlah untuk berharap pada kekosongan, yakinilah jika dia memang serius untuk menjalani sebuah hubungan, dia akan melamarmu bukan memberimu angan-angan. Sadarilah, jangan ragu menolak jalan yang nggak di ridhoi-Nya.

Ikhwan, kau sangat tahu banyak wanita sedang menanti kehadiranmu. Jangan kau manfaatkan kelemahan mereka sebagai pelampiasan kehebatanmu dalam menaklukkan mereka. Bukankah kau ingin mendapatkan wanita shalihah yang akan melahirkan generasi Rabbani yang memanggilmu ‘Abi’? Bagaimana mungkin kau akan mendapatkannya jika kau masih meruntuhkan harapan wanita-wanita yang sedang galau akan jodohnya? Janji Allah pastilah benar, bila kau mensholehkan diri, insyaallah kau pun akan mendapatkan yang sebanding denganmu.

Jikalau sesuatu dimulai dengan yang tidak baik maka hasilnya pun akan jauh dari kata baik, namun jika sesuatu dimulai dengan yang baik sesuai syariat yang Allah berikan, insyaallah akhirnya pun pasti membuatmu tersenyum cantik

Wallahua’lam bish Shawwab.
 

Kamis, 08 Maret 2012

Penyakit yang Menimpa Perempuan tidak Berjilbab

Rasulullah bersabda, "Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud)

Rasulullah bersabda, "Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)

Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi 
gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki.

Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab) yang di da'wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman:

وإذ قالوا اللهم إن كان هذا هو الحق من عندك فأمطر علينا حجارة من السماء أو ائتنا بعذاب أليم (الأنفال: 32)

Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur'an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih ( Q.S. Al-Anfaal:32)

Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan.

Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusaknya.

Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini.

Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam perspektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari'at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena "adzab dunia" seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari'at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab), bahkan malah tetap bertabarruj???

(Sumber: Al-I'jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah, Oleh :Muhammad Kamil Abd Al-Shomad)

Minggu, 04 Maret 2012

Apakah Antum Masih Menjaga Kesucian Hijabmu Ukhti?


Tak dapat dipungkiri lagi, pada era globalisasi dan modernisasi ini beberapa dari kita tidak bisa lepas dari derasnya arus dua hal tersebut. Salah satu produk dari modernisasi adalah jaringan global bernama internet. Ya, sekarang siapa sih yang gak kenal dengan makhluk yang satu ini, bahkan dalam sebuah iklan layanan masyarakat, pemerintah mulai menggembar-gemborkan program internet masuk sekolah, sampai kepelosok desa, tak lain dengan tujuan agar masyarakat kita “melek dunia”. Sekarang, sangatlah mudah bagi kita untuk menimati jaringan internet. Yang berbayar, dari mulai warnet, berlangganan pada ISP, berlangganan pada provider kartu seluler, hingga cukup memanfaatkan hape sebagai sarana browsing. Yang 100% gratis, dari mulai layanan hotspot di kampus-kampus, cafe, mall, sampai akses internet pedesaan yang berasal dari bantuan luar negeri.
Arus informasi dengan deras kita tampung dan rekam dalam memori otak kita. Akan tetapi, seperti layaknya sebuah teknologi buatan manusia, ada dua sisi berlainan berkenaan dengan dampak yang ditimbulkannya. Memang semua tergantung pada si pemakainya, apakah digunakan untuk kemaslahatan atau sebagai sarana yang malah memudharatkan. Bagi pecinta pornografi, internet layaknya sebuah gudang yang tak terbatas bagi materi yang berbau syahwat yang satu ini. Namun internet juga menjadi pemuas dahaga yang sejuk bagi para penuntut ilmu yang haus akan suguhan materi penenang ruhani.
Salah satu manfaat yang lain dari “dunia maya” ini adalah sebagai sarana untuk mengaktualisasikan diri. Baik itu fenomena blogging yang sedang marak, berkumpul dalam wadah forum tertentu, maupun hanya bergabung dalam jejaring sosial dengan nama friendster, myspace, facebook,multiply dan semisalnya. Tak hanya dari kalangan awwam, para aktivis dakwah dan penuntut ilmu pun tak luput untuk memanfaatkan fasilitas-fasilitas gratis seperti ini. Sebagai sarana dakwah atau hanya sebagai pengerat tali ukhuwah. Namun sangat disayangkan, apabila cara mereka dalam mengaktualisasikan diri secara tidak sadar (karena mudah-mudahan tidak disengaja) telah melanggar koridor-koridor syar’i.
Ok, fokus pembahasan kita kali ini akan penulis kerucutkan menjadi satu permasalahan, yaitu pemasangan gambar diri di internet. Dan sesuai dengan judul, subyeknya adalah para akhwat. Namun materi dalam pembahasan dan hukum di dalamnya juga bisa dikenakan pada para ikhwan. Mengapa hanya akhwat/muslimah yang menjadi subyek pembahasan? Sebagai seorang pelaku dan pengguna jasa pengaktualisasian diri seperti yang tersebut diatas tadi, penulis begitu prihatin dengan keadaan beberapa akhwat yang dari zhahirnya bisa kita tebak kualitas pemahaman agamanya. Dimana seharusnya mereka menjadi teladan bagi kaum muslimah yang belum terjamah oleh dakwah, justru mereka malah menjadi salah satu dari sumber –yang kalau tidak belebihan disebut- fitnah. Dan karena fitnah mereka (akhwat-red) adalah lebih besar daripada ikhwan/ laki-laki.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya wanita adalah aurat. Maka, apabila ia keluar, syetan akan menghias-hiasinya di mata laki-laki.” (HR. at-Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
“Tidaklah aku tinggalkan satu fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah wanita.” (Muttafaq ‘alaih)
Ya, cara mereka mengaktualisasikan diri dengan memasang potret diri telah menjadi suatu fenomena yang membuat hati penulis miris. Dan tulisan ini, mudah-mudahan menjadi sebuah sarana nasehat-menasehati dengan tujuan tidak lain hanya untuk meraih ketaqwaan dan ridho Allah semata.
Secara personal, mungkin sebagian dari kita (termasuk penulis sendiri) telah mencoba memberikan nasehat kepada para subyek yang kita bahas ini. Namun, karena fenomena ini sudah terlanjur menjadi suatu hal yang lumrah. Maka ada baiknya dibuat suatu tulisan mengenai fenomena ini, sekali lagi dengan tujuan nasehat-menasehati. Bukan pula tulisan ini dibuat untuk mengekang kebebasan berekspresi maupun wujud rasa benci terhadap para pelakunya. Bahkan karena rasa cinta kepada saudari seiman dan usaha pengingkaran dari perbuatan yang diharamkan.
Hukum Gambar/ Foto Diri
Meskipun fokus pembahasan kita bukanlah pada masalah ini, namun sangat tidak layak apabila penulis tidak menampilkan bahasan yang terkait pada permasalahan ini, yang tentu saja sangat penting dan menjadikannya sebagai salah satu hujjah. Beberapa hadits yang menunjukkan haramnya gambar makhluk bernyawa antara lain:
1. Dari ‘A’isyah radhiyallahu’anha bahwasannya ia membeli bantal kecil yang ada gambar-gambarnya. Ketika Rasulullah melihatnya beliau berdiri di pintu tidak mau masuk. Maka ‘A’isyah mengetahui ada tanda kebencian di muka Rasulullah. Lalu ia pun berkata: “Ya Rasulullah, aku bertaubat kepada Allah dan Rasul-Nya, dosa apakah yang telah kuperbuat?” Rasulullah menjawab: “Bagaimana halnya bantal itu?” ‘A’isyah menjawab: “Saya membelinya agar engkau duduk dan bersandar di atasnya.” Kata Rasulullah (artinya): “Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa pada hari kiamat dan akan dikatakan kepada mereka: “Hidupkanlah gambar-gambar yang kalian buat itu!” Kemudian beliau bersabda (artinya): “Sesungguhnya rumah yang ada gambar-gambar (yang bernyawa -pent) di dalamnya tidak akan dimasuki malaikat.” (Muttafaqun ‘alaih)
2. Sabda Rasulullah pula (yang artinya): “Manusia yang paling pedih siksanya di hari kiamat ialah yang meniru ciptaan Allah. Sedangkan para pelukis dan penggambar adalah orang-orang yang meniru ciptaan Allah.” (Muttafaqun ‘alaih)
3. “Bahwasannya Nabi ketika melihat gambar-gambar di rumah, beliau tidak mau masuk sebelum gambar itu dihapus.” (HR. Al-Bukhariy)
Fatwa para ulama ahlussunnah juga sudah jelas dan gamblang, bahwa berdasarkan keumuman hadits diatas mereka sepakat mengharamkan gambar makhluk bernyawa. Silahkan sidang pembaca merujuk kepada fatwa-fatwa ulama yang sudah diakui keilmuannya.
Apa Alasan Memajang Foto di Internet?
Penulis sebisa mungkin membuang prasangka buruk terhadap saudarinya seiman atas apa yang dilakukan mereka, karena tingkatan ukhuwah paling rendah adalah bebasnya hati kita dari su’udzon terhadap saudara/i-nya. Penulis sadar bahwa pemasangan foto para akhwat tersebut di internet bukanlah dimaksudkan untuk menampilkan paras ayu mereka, menjadikan dirinya terkenal, atau menarik para ikhwan agar mengajukan proposal ta’aruf. Sangatlah tidak mungkin para akhwat yang telah ditempa dengan dakwah dan terselimuti oleh ilmu mempunyai tujuan-tujuan yang demikian. Lalu apa yang menyebabkan mereka berbuat seperti itu? Alasan yang paling logis dan mungkin yang hampir disepakati semua orang adalah sebagai sarana untuk mempererat ukhuwah, karena kita tahu bahwa ukhuwah dimulai dari saling mengenal, kemudian saling memahami, saling menolong dan saling sepenanggungan.
Dengan adanya foto maka tujuan untuk saling mengenal dalam rangka menjalin ukhuwah akan lebih mudah. Bahkan, hal tersebut juga bisa memudahkan teman/saudara yang telah lama tidak kita jumpai untuk mengenalinya. Mungkin pula mereka ingin memberikan contoh (berdakwah) dalam tata cara berpakaian muslimah yang sesuai syari’at. Dan beragam alasan lainnya yang tentu saja bertujuan baik. Namun saudariku, suatu kebaikan tidaklah dapat dicapai dengan cara-cara yang bathil. Seperti yang telah dikatakan oleh Abdulah bin Mas’ud radyillahu’anhu ketika mengingkari pelaku dzikir yang menghitung dengan batu-batu kecil (yang mereka anggap sebagai suatu kebaikan), beliau radhiyallahu’ahu berkata: “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi mereka tidak dapat meraihnya”. Bukankah tanpa memajang foto, ukhuwah bisa tetap tegak dan dakwah tetap bisa berjalan? Kalaulah saudari kita ingin mengenal lebih dekat dengan mengetahui sosok saudarinya yang lain, bukankah kita bisa mengadakan janjian untuk saling bertemu.
Bahaya Foto Akhwat di Internet
Sekarang mari kita ulas, bagaimana fenomena akhwat yang “nampang” di internet ini bisa menjadi suatu sumber fitnah baik bagi diri sang akhwat sendiri maupun bagi orang lain yang kebetulan sedang melihatnya.
Pertama, kita tentu sadar internet adalah ruang publik yang bisa dimanfaatkan semua orang hampir tanpa batasan. Dan diantara orang-orang tersebut pastilah terdapat orang yang ingin berbuat zhalim. Dengan teknologi sekarang ini, betapa mudahnya setiap orang memanipulasi sebuah gambar menjadi apa yang dinginkan si manipulator. Dengan memasang foto diri di internet, maka hal tersebut membuka peluang orang-orang zhalim yang tentu saja tanpa izin terlebih dahulu meng-grab foto kita kemudian memanipulasi/mengubah sedemikian rupa menurut keinginannya. Bayangkan saja, suatu ketika kita melihat foto diri sang akhwat dari atas berbalutkan jilbab (pakaian muslimah) tetapi bagian bawah dimanipulasi sehingga seakan-akan telanjang ataupun setengah telanjang. Na’udzubillah…..
Kedua, akhwat (aktivis dakwah) adalah tauladan bagi muslimah yang belum tersentuh dakwah (awwam-red). Namun apa jadinya jika para ujung tombak dakwah bagi teman-teman terdekatnya melakukan suatu hal yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seseorang yang notabene telah bertitel “akhwat”. Saat muslimah yang awwam, terlihat fotonya yang bak foto model sebuah majalah remaja mejeng di blog-blog maupun profil jejaring dunia maya mereka hal tersebut bisa kita maklumi dan menjadi hal yang lumrah. Namun apa jadinya kalo seandainya kita berikan suatu nasehat agar tidak melakukan hal itu, karena bisa menjadi suatu fitnah, kemudian mereka berkilah, “lha wong si fulanah yang aktivis dakwah itu aja juga melakukan hal yang sama kok, apalagi saya yang masih jauh dari nilai-nilai agama”. Dan menganggap bahwa hal tersebut tidaklah bertentangan dengan dalih orang yang paham agama pun melakukannya jua.
Ketiga, tak pelak lagi wajah ayu dan sebuah profil yang terkesan sholeha menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum adam. Maka berlomba-lomba-lah mereka untuk menjadi teman, sahabat, atau dalih menjalin ukhuwah yang padahal terkadang hanya didasari sebuah keinginan untuk memiliki sosok ayu nan sholeha tersebut. Sehingga semakin menjadikan para ikhwan/laki-laki yang di hatinya terdapat penyakit menjadi semakin terjerumus dalam asyiknya pertemanan ala ikhwan-akhwat. Dari sisi ini pertama sang pelaku sudah melanggar atau lebih tepatnya tidak mendukung usaha para ikhwan/laki-laki untuk mengamalkan salah satu firman Allah ta’ala:
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(An-nuur: 30)
Dalam sebuah hadits diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau pernah bersabda kepada Ali radhiyallahu’anhu. “Artinya : Wahai Ali, janganlah engkau susul pandangan dengan pandangan lagi, karena yang pertama menjadi bagianmu dan yang kedua bukan lagi menjadi bagianmu (dosa atasmu)”. [Hadits Riwayat Ahmad, At-Tirmidzi dan Abu Daud]
Dalam hadits lain disebutkan. “Artinya : Pandangan mata itu laksana anak panah beracun dari berbagai macam anak panah iblis. Barangsiapa menahan pandangannya dari keindahan-keindahan wanita, maka Allah mewariskan kelezatan di dalam hatinya, yang akan dia dapatkan hingga hari dia bertemu dengan-Nya”.
Wahai saudariku, maukah engkau menjadi salah satu penghalang bagi saudaramu didalam menegakkan syari’at agama ini?sisi kedua mereka juga telah melanggar perintah Allah dalam surat yang sama pada ayat berikutnya:
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung (An-Nuur: 31)
Pembahasan ini ada dalam bahaya selanjutnya dibawah ini, yang saya kutipkan dari muslimah.or.id.
Keempat, akhwat yang menampakkan foto dirinya di internet telah melanggar larangan untuk tidak tabarruj dan sufur. Tabarruj artinya seorang wanita menampakkan sebagian anggota tubuhnya atau perhiasannya di hadapan laki-laki asing. Sedangkan Sufur adalah seorang wanita menampak-nampakkan wajah di hadapan lelaki lain. Oleh karena itu Tabarruj lebih umum cakupannya daripada sufur, karena mencakup wajah dan anggota tubuh lainnya.
Tabarruj diharamkan dalam syariat berdasarkan ayat al-Qur’an dan juga hadits, antara lain:
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)
“Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nuur: 60)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada dua kelompok penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang memukuli orang-orang dengannya dan para wanita yang berbaju tapi mereka telanjang, berlenggak lenggok kepala meeka bagaikan punuk unta yang bergoyang. Wanita-wanita itu tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga bisa tercium sejauh sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 3971 & 5098)
Dan kaum musliminpun telah sepakat akan haramnya tabarruj sebagaimana yang dituturkan oleh Al-Imam Ash-Shan’ani dalam kitabnya “Minhatul Ghaffar ‘Ala Dlauin Nahar” . (4/2011-2012)
Tabarruj memiliki berbagai macam bentuk seperti:
* Menampakkan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki-laki lain.
* Menampakkan perhiasan termasuk di dalamnya pakaian yang ada di balik jilbab.
* Berjalan berlenggak-lenggok di hadapan lelaki lain.
* Memukul kaki untuk menampakkan perhiasan yang dipakainya.
* Melembutkan ucapan di hadapan laki-laki lain.
* Bercampur baur dengan kaum laki-laki, bersentuhan dengan mereka, berjabatan tangan dan berdesak-desakan di tempat atau angkutan umum.
Bagi seorang wanita hendaklah ia meniru apa yang dilakukan oleh anak perempuan nabi Syu’aib sebagaimana yang diceritakan oleh Allah dalam ayat-Nya:
“Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan.” (QS. Al-Qashash: 25)
Berkenaan dengan ayat ini Umar radhiyallahu ‘anhu berkata: “Dia datang dengan berjalan penuh malu seraya menutup wajahnya dengan bajunya. Dia bukanlah wanita yang tidak punya malu (banyak omong dan berani dengan lawan jenis), tidak pula seorang wanita yang suka keluar masuk rumah.” (Tafsir Ibnu Katsir dengan sanad yang shahih: 3/384)
Semua Berawal dari Pandangan
Berkata Ibnul Qayyim Al Jauziyah, pandangan adalah suatu dorongan yang muncul pertama kali ketika seseorang melihat sesuatu. Apabila dorongan tersebut jelek, itu adalah dorongan syahwat. Menjaga pandangan merupakan benteng dari kemaluan. Siapa yang sengaja melepaskan pandangan, sama artinya menuntun dirinya kepada kebinasaan.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau pernah bersabda kepada Ali radhiyallahu’anhu. “Artinya : Wahai Ali, janganlah engkau susul pandangan dengan pandangan lagi, karena yang pertama menjadi bagianmu dan yang kedua bukan lagi menjadi bagianmu (dosa atasmu)”. [Hadits Riwayat Ahmad, At-Tirmidzi dan Abu Daud]
Kalau anda kebetulan melihat wanita, lihatlah hanya sepintas saja. Jangan diulangi lagi karena pandangan yang kedua bukan milik anda.
Rasulullah shallallahu’alaihi was sallam bersabda “Artinya : Pandangan mata itu laksana anak panah beracun dari berbagai macam anak panah iblis. Barangsiapa menahan pandangannya dari keindahan-keindahan wanita, maka Allah mewariskan kelezatan di dalam hatinya, yang akan dia dapatkan hingga hari dia bertemu dengan-Nya”.
Pandangan merupakan awal kejadian buruk yang menimpa manusia. Pandangan dapat melahirkan perasaan dan perasaan akan melahirkan pikiran yang kenudian syahwat, yaitu syahwat untuk melampiaskan keinginan, lalu terjadilah perbuatan. Selama tidak ada yang menghalangi, perbuatan itu terjadi secara berulang-ulang hingga menjelma menjadi penyakit.
Dalam hal ini dikatakan, “sabar memejamkan pandangan akan lebih ringan akibatnya daripada sabar terhadap rasa pedih sesudahnya (sesudah membiarkan pandangan lepas)
Dikatakan oleh penyair;
Semua kejadian permulaannya adalah pandangan.
Besarnya api karena (bermula) dari percikan kecil.
Berapa banyak pandangan mengenai hati pemiliknya.
Seperti mengenanya anak panah atau busur dengan talinya.
Pandangan mata akan berhenti pada perasaan dan bayangan.
Mudah cara mengatakan, suaranya tidak berbahaya.
Tiada sambutan menyenangkan, ia kembali membawa bencana
(ad-Da’ wa Ad-Dawa’)
Nah, saudariku yang mudah-mudahan dirahmati Allah. Maukah engkau menjadi pintu awal terjadinya fitnah sebuah pandangan? Tentu tidak bukan?
Lalu Dimana ‘Iffah dan Haya’ ?
Saudariku yang saya hormati, tentu saudari sudah mengetahui kewajiban dan keutaman berhijab. Dan tentu saudariku juga berusaha semaksimal mungkin untuk mengamalkan setiap makna dan keutamaannya. Penulis tidak akan menyangsikan lagi, pemahaman saudariku akan hal itu. Bahkan di antara saudari-saudariku sudah mengamalkan lebih daripada saudarinya yang lain untuk menggunakan niqob (cadar) yang sunnah muakkaddah (penulis berpegang pada pendapat ini). Tentu usaha pengamalan mereka ini patut kita hargai lebih dari yang lain.
Namun saudariku, apabila engkau menampakkan gambar dirimu di internet lalu dimanakah esensi hijab sebagai al Haya’ (rasa malu). Sebagai seorang muslimah sejati, tentulah saudariku akan berpikir ribuan kali untuk melakukan hal yang demikian. Padahal Rasullullah Shallallahu’alaih wa sallam bersabda yang artinya: “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlaq dan akhlaq Islam adalah malu” sabda beliau yang lain; “Malu adalah bagian dari Iman dan Iman tempatnya di Surga”.
Allah Azza wa Jalla juga menjadikan kewajiban berhijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat) dalam firman-Nya;
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Ahzab: 59)
Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), karena itu “mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan baerupa fitnah dan kejahatan bagi mereka.
Ukhty (saudariku) Saya Cemburu…….
“Ghirah (Cemburu)” adalah benteng pelindung yang menjaga kehormatan seorang wanita, menahannya untuk tidak melepas hijabnya, menampakkan aurat di hadapan umum atau bercampur baur dengan kaum laki-laki. Ghirah adalah sikap yang harus selalu melekat pada diri setiap kita baik sebagai orang tua, anak, pendidik ataupun saudara sesama muslim yang akan selalu menegakkan amar makruf nahi mungkar, menasihati saudara-saudara muslimah kita untuk selalu beriltizam dengan aturan Allah dalam berpakaian, bersikap, bertutur kata dan bergaul. Hanya dengan inilah -setelah taufik dari Allah- yang bisa menyelamatkan wanita dari godaan setan, tipu daya musuh-musuh Islam yang menjadikan mereka sebagai wasilah untuk menghancurkan agama ini, dan menyelamatkan mereka dari jurang kehinaan dan kenistaan, menjaga mereka dari neraka dan murka serta siksaan dari Allah.
Hijab juga selaras dengan perasaan cemburu yang merupakan fitrah seorang laki-laki sempurna yang tidak senang dengan pandangan-pandangan khianat yang tertuju pada Istri dan anak perempuannya. Berapa banyak peperangan yang terjadi pada masa Jahillyah dan Masa Islam akibat cemburu atas wanita dan untuk menjaga kehormatannya. Ali radhiyallahu’anhu berkata; “Telah sampai kepadaku bahwa wanita-wanita kalian berdesakan dengan lelaki kafir orang ‘ajam (non arab) di pasar-pasar. Tidakkah kalian merasa cemburu? Sesungguhnya tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak memiliki rasa cemburu”.
Cemburu dengan aturan Allah adalah sesuatu yang terpuji dalam Islam dan salah satu jihad yang disyariatkan. Dalam sebuah hadits disebutkan:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu cemburu dan sesungguhnya seorang mukmin itu cemburu. Dan cemburu Allah adalah jika seorang mukmin melakukan sesuatu yang diharamkan kepadanya.” (Muttafaq ‘Alaih)
Dan sebagai sudaramu seiman, dengan ini saya sampaikan kepadamu, Ukhti (saudariku) KAMI PARA IKHWAN cemburu………
Maraji’:
1.http://muslimah.or.id/nasihat-untuk-muslimah/wanita-antara-pembela-dan-pencela-3.html
2. http://www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=86
3. Ad-da’ wa ad-Dawa’, edisi terjemahan Terapi Penyakit Hati, Ibnul Qayyim Al-Jauzy, Qisthi Press, 2006
4. Hijab, penerbit darul qosim, saudi arabia, http://islamhouse.com/
5.http://razita.wordpress.com/2008/07/01/bahaya-dan-fitnah-foto-akhwat-di-friendst
Jazakallah to akhii Misbah Khoir atas ijin coppasnya
Allahhu’alam bis shawab